MUSEUM TB SILALAHI BALIGE


TB SILALAHI BALIGE – MUSEUM BATAK

MUSEUM TB SILALAHI

Terletak di Jalan Pagar Batu No. 88 Desa Silalahi, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir. Kurang lebih 250 KM dari Medan sebagai ibu kota provinsi Sumatera Utara. Didirikan pada tanggal  7 Agustus 2006 dan diresmikan pada tanggal  17 April 2008 oleh Letjen (Purn). Dr. TB Silalahi. SH. TB Silalahi Center  merupakan  organisasi non profit  yang memiliki tujuan utama pemeliharaan, pengembangan sertapenelitian kebudayaan Batak melalui Museum dan atraksi Budaya Batak. Yayasan ini juga bergerak dalam bidangpendidikan , Sosial dan pertanian.

Komplek TB Silalahi Center sendiri terdiri dari beberapa bangunan utama yaitu gedung induk yang didalamnya terdapatConvention Hall, Museum Pribadi TB Silalahi dan kantor. Bangunan lainnya adalah Rumah Bolon, yaitu rumah adat Batakdalam skala besar, Huta Batak yang terdiri dari beberapa rumah adat tradisional suku batak yang sudah berusia ratusantahun dan dihalamnya terdapat Patung Sigale-gale.

Terdapat juga gedung yang begitu megah di kompleks ini yaitu Museum Batak, museum ini berisi koleksi benda-benda sejarah dari enam subetnis batak diantaranya Batak Toba, Simalungun, Karo, Mandailing, Angkola, dan Pakpak. dikomplek TB Silalahi Center juga terdapat Gallery dan Artshop yang menjual souvenir khas batak seperti ukir-ukiran, kain tenun “Ulos”, dll. Dan didalam kompleks terdapat juga Cafetaria dan Sky Restorant untuk pengunjung yang ingin menikmati kuliner tradisional dan modern.

Sejak zaman dahulu, orang Batak telah mengenal nilai-nilai budaya yang sangat tinggi, hal ini dibuktikan dengan adanya tulisan Batak, bahasa Batak, gondang Batak (uning-uningan), pakaian Batak (ulos), adat Batak, prinsip Dalihan Natolu, dan penggunaan marga. Selain dari pada nilai budaya yang bersifat material tersebut, ada juga nilai yang bersifat formal, yaitu upacaraperkawinan menurut adat batak. Keseluruhan nilai-nilai  tersebut merupakan deep culture, yaitu nilai-nilai yang tidak luntur oleh hujan dan tidak layu oleh panas, kokoh, dan tahan uji, sulit dihapuskan oleh pengaruh luar, selalu relevan dan mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan.

museum-batak-siang-hari

Museum Batak siang hari

Semakin rendahnya apresiasi masyarakat Batak, terutama generasi muda terhadap budaya Batak. Hal ini menjadi masalah serius karena akan berakibat hilangnya rasa bangga dan identitas pribadi generasi-generasi muda Batak dimasa yang akan datang. Sedikit demi sedikit budaya tersebut hilang dari kehidupan sehari-hari, tulisan Batak tidak terlalu terkenal lagi, peninggalan-peninggalan nenek moyang berupa benda-benda bersejarah dan tulisan-tulisan sudah berserakan dimana-mana.

Hal inilah yang menjadi dasar dibangunnya Museum Batak menjadi tempat penyimpanan barang-barang peninggalan budaya Batak yang memerlukan perlakuan khusus, dan sekaligus tempat memamerkan benda-benda peninggalan budaya Batak. Selain itu museum Batak TB Silalahi Center

Museum Pribadi TB Silalahi atau yang diberi nama Museum Jejak Langkah dan Sejarah TB Silalahi terletak di Gedung Utama di Kompleks TB Silalahi Center. Museum ini dibangun sebagai wadah untuk memotifasi generasi muda untuk terus meraih cita-cita dengan melihat pengalaman TB Silalahi mulai dari kecil sebagai anak pengembala k

Di dalam ruangan ini terdapat panel-panel yang menceritakan sejarah hidup perjalanan TB Silalahi serta perjalanan karirnya. Selain itu di ruangan ini juga terdapat Benda-Benda Pribadi beliau seperti seragam dan pangkat-pangkat ketika di kemiliteran, beberapa ijazah, pakaian ketika menteri, bangku sekolah waktu di SR, mobil dinas yang dulu digunakan ketika menjabat sebagai Menpan pada Kabinet Pembangunan VI, dan lain sebagainya.

Di dalam Museum Pribadi ini juga terdapat Ruang Kerja TB Silalahi ketika menjabat sebagai menteri, dan beberapa koleksi buku pribadinya yang ditata apik di sebuah perpustakaan. Selain itu di ruangan ini juga terdapat foto-foto kenangan beliau, baik bersama keluarga, sahabat, dan rekan kerja.

HUTA BATAK, sebuah museum outdoor di kawasan TB Silalahi Center yang mengambil konsep perkampungan suku batak pada jaman dahulu. Huta atau Kampung (bahasa Indonesia) adalah kumpulan beberapa Rumah Adat Batak yang dulunya didiamin masyarakat suku batak dan biasanya satu Huta masih dalam satu marga atau keturunan. Huta Batak yang ada di TB Silalahi Center terdiri dariRuma (Jabu) dan Sopo yang sudah berumur ratusan tahun, dimana rumah-rumah tersebut disumbangkan dari berbagai Marga yang ada di kawasan Danau Toba untuk dititipkan dan dirawat di TB Silalahi Center.

Di Huta Batak pengunjung juga dapat menari “TORTOR” bersama dengan Patung Sigale-gale yang merupakan sebuah patung yang digerakkan dengan tali dan menggunakan pakaian khas suku batak diiringi dengan music tradisional khas batak. Di tempat ini, pengunjung seperti terhanyut dan larut kedalam situasi perkampungan suku batak.

PAKET TOUR BALIGE – PAKET TOUR MUSEUM TB SILALAHI 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s